Jelaskan Perbedaan SMK3, ISO 45001 Dan OHSAS 18001
Christina Pasaribu
1 day ago

Jelaskan Perbedaan SMK3, ISO 45001 Dan OHSAS 18001

Jelaskan Perbedaan SMK3, ISO 45001 Dan OHSAS 18001

Gambar Jelaskan Perbedaan SMK3, ISO 45001 Dan OHSAS 18001

Perbedaan antara SMK3, ISO 45001, dan OHSAS 18001 adalah topik yang penting untuk dipahami dalam konteks keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan perkantoran. Dalam artikel ini, kita akan menjelaskan perbedaan antara ketiga standar ini untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang pendekatan, persyaratan, dan implementasi masing-masing.

SMK3, ISO 45001, dan OHSAS 18001 adalah standar yang berhubungan dengan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di tempat kerja. SMK3 adalah pendekatan yang diterapkan di Indonesia, sementara ISO 45001 adalah standar internasional yang diterbitkan oleh Organisasi Internasional untuk Standardisasi (ISO), dan OHSAS 18001 adalah standar yang dikembangkan oleh Occupational Health and Safety Assessment Series.

Perbedaan pertama antara ketiga standar ini terletak pada lingkupnya. SMK3 adalah pendekatan yang khusus diterapkan di Indonesia. Pendekatan ini mengacu pada peraturan dan pedoman yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia. Di sisi lain, ISO 45001 adalah standar internasional yang berlaku di berbagai negara di seluruh dunia. Standar ini memberikan panduan yang komprehensif untuk mengelola risiko keselamatan dan kesehatan kerja dengan pendekatan sistematis. OHSAS 18001 adalah standar yang dikembangkan oleh Occupational Health and Safety Assessment Series dan berlaku di tingkat internasional.

Perbedaan lainnya terletak pada persyaratan yang ditetapkan oleh masing-masing standar. SMK3 memiliki persyaratan yang disesuaikan dengan peraturan dan pedoman yang berlaku di Indonesia, seperti Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor Kep. 51/MEN/1999 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 5 Tahun 2018 tentang Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja. ISO 45001 memiliki persyaratan yang mencakup berbagai aspek manajemen keselamatan dan kesehatan kerja, seperti komitmen manajemen, partisipasi karyawan, identifikasi bahaya, penilaian risiko, pengendalian operasional, dan tindakan perbaikan berkelanjutan. OHSAS 18001 juga memiliki persyaratan yang mirip dengan ISO 45001, tetapi sebagai standar yang lebih tua, tidak terus diperbarui dan digantikan oleh ISO 45001.

Selanjutnya, perbedaan terletak pada implementasi dan sertifikasi. SMK3 di Indonesia melibatkan proses sertifikasi yang dilakukan oleh Badan Sertifikasi Kompetensi (BSK) yang ditunjuk oleh pemerintah. Sertifikasi SMK3 merupakan bukti kepatuhan perusahaan terhadap persyaratan yang berlaku di Indonesia. ISO 45001 juga memungkinkan perusahaan untuk mendapatkan sertifikasi jika memenuhi persyaratan standar internasional. 

SMK3, ISO 45001, dan OHSAS 18001 adalah standar yang berhubungan dengan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di tempat kerja. Meskipun mereka memiliki tujuan yang sama, yaitu meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja, terdapat perbedaan dalam hal pendekatan, persyaratan, dan implementasi dari ketiga standar ini.

Pertama-tama, SMK3 adalah pendekatan yang diterapkan di Indonesia dan mengacu pada peraturan dan pedoman yang ditetapkan oleh pemerintah. Standar ini dirancang untuk memastikan keamanan karyawan dan memenuhi persyaratan hukum yang berlaku di Indonesia. SMK3 mencakup langkah-langkah untuk mengidentifikasi bahaya, mengevaluasi risiko, dan menerapkan kontrol yang tepat untuk meminimalkan risiko di tempat kerja.

Sementara itu, ISO 45001 adalah standar internasional yang berlaku di banyak negara di seluruh dunia. Standar ini diterbitkan oleh Organisasi Internasional untuk Standardisasi (ISO) dan memberikan panduan yang komprehensif untuk mengelola risiko keselamatan dan kesehatan kerja. ISO 45001 mengedepankan pendekatan sistematis yang melibatkan komitmen manajemen, partisipasi karyawan, identifikasi bahaya, penilaian risiko, pengendalian operasional, dan tindakan perbaikan berkelanjutan.

Perbedaan lainnya adalah OHSAS 18001, yang juga merupakan standar internasional untuk Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja. OHSAS 18001 dikembangkan oleh Occupational Health and Safety Assessment Series (OHSAS) sebagai standar yang lebih tua daripada ISO 45001. Namun, penting untuk dicatat bahwa OHSAS 18001 telah digantikan oleh ISO 45001 sebagai standar yang lebih baru dan lebih komprehensif. ISO 45001 menggabungkan banyak aspek OHSAS 18001 dan meningkatkan fokus pada partisipasi karyawan serta tindakan perbaikan berkelanjutan.

Dalam hal persyaratan, SMK3 memiliki persyaratan yang disesuaikan dengan peraturan dan pedoman yang berlaku di Indonesia. Persyaratan ini mencakup kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja, identifikasi bahaya, penilaian risiko, pengendalian bahaya, pelatihan karyawan, dan audit internal. ISO 45001 juga memiliki persyaratan yang komprehensif, termasuk komitmen manajemen, partisipasi karyawan, identifikasi bahaya, penilaian risiko, pengendalian operasional, dan tindakan perbaikan berkelanjutan. OHSAS 18001 memiliki persyaratan yang mirip dengan ISO 45001, tetapi tidak sekomprehensif dan tidak terus diperbarui sesuai dengan ISO 45001.

Dalam artikel ini, telah dijelaskan perbedaan antara SMK3, ISO 45001, dan OHSAS 18001 dalam konteks Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Ketiga standar ini memiliki tujuan yang sama, yaitu meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja, tetapi memiliki perbedaan dalam pendekatan, persyaratan, dan implementasi.

SMK3 adalah pendekatan yang diterapkan di Indonesia dan mengacu pada peraturan dan pedoman yang ditetapkan oleh pemerintah. SMK3 dirancang untuk memastikan keamanan karyawan dan memenuhi persyaratan hukum yang berlaku di Indonesia. ISO 45001 adalah standar internasional yang berlaku di banyak negara di seluruh dunia dan memberikan panduan yang komprehensif untuk mengelola risiko keselamatan dan kesehatan kerja. OHSAS 18001, meskipun masih digunakan oleh beberapa organisasi, telah digantikan oleh ISO 45001 sebagai standar yang lebih baru dan lebih komprehensif.

Perbedaan dalam persyaratan masing-masing standar juga menjadi perhatian penting. SMK3 memiliki persyaratan yang disesuaikan dengan peraturan dan pedoman yang berlaku di Indonesia, sedangkan ISO 45001 dan OHSAS 18001 adalah standar internasional dengan persyaratan yang lebih komprehensif. ISO 45001 mengedepankan komitmen manajemen, partisipasi karyawan, identifikasi bahaya, penilaian risiko, pengendalian operasional, dan tindakan perbaikan berkelanjutan. OHSAS 18001 memiliki persyaratan yang mirip dengan ISO 45001, tetapi tidak sekomprehensif dan tidak terus diperbarui sesuai dengan ISO 45001.

Dalam hal implementasi, SMK3 di Indonesia melibatkan proses sertifikasi oleh Badan Sertifikasi Kompetensi (BSK) yang ditunjuk oleh pemerintah. Sertifikasi SMK3 adalah bukti kepatuhan perusahaan terhadap persyaratan yang berlaku di Indonesia. ISO 45001 juga memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk mendapatkan sertifikasi internasional jika memenuhi persyaratan standar. Sertifikasi ini dapat meningkatkan reputasi perusahaan dan menunjukkan komitmen terhadap keselamatan dan kesehatan kerja.

Dalam kesimpulan, perbedaan antara SMK3, ISO 45001, dan OHSAS 18001 menunjukkan variasi dalam pendekatan, persyaratan, dan implementasi untuk mengelola keselamatan dan kesehatan kerja. Pemahaman tentang perbedaan ini penting bagi perusahaan dalam memilih standar yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka dan memastikan kepatuhan terhadap persyaratan yang berlaku di negara atau wilayah tempat mereka beroperasi. Dalam menerapkan standar ini, perusahaan dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, sehat, dan produktif untuk karyawan mereka.

About the author
duniatender.com Sebagai penulis artikel di IzinBerusaha.com

Christina Pasaribu adalah seorang konsultan bisnis berpengalaman yang berdedikasi untuk membantu perusahaan mencapai kesuksesan dan pertumbuhan yang berkelanjutan. Dengan pengetahuan mendalam tentang strategi bisnis dan pasar yang luas, Christina membantu kliennya mengidentifikasi peluang baru, menghadapi tantangan, dan mengoptimalkan kinerja bisnis mereka.

Sebagai seorang konsultan di duniatender.com, Christina Pasaribu telah bekerja dengan berbagai perusahaan dari berbagai industri. Ia memiliki latar belakang yang kuat dalam analisis data dan pemahaman yang mendalam tentang tren pasar, yang memungkinkannya memberikan wawasan berharga kepada klien-kliennya.

Christina juga dikenal karena pendekatannya yang kolaboratif dan kemampuannya untuk berkomunikasi dengan baik dengan berbagai pihak. Ia percaya bahwa kerjasama tim yang efektif adalah kunci untuk mengatasi tantangan bisnis dan mencapai hasil yang optimal.

Selain menjadi konsultan bisnis yang sukses, Christina juga aktif dalam berbagi pengetahuannya melalui menulis artikel untuk duniatender.com. Artikel-artikelnya yang informatif dan berbobot telah membantu banyak pembaca untuk memahami lebih dalam tentang strategi bisnis, pengadaan tender, dan perencanaan bisnis.

Christina Pasaribu selalu bersemangat dalam mencari solusi inovatif untuk tantangan bisnis yang kompleks, dan dia terus berkomitmen untuk memberikan nilai tambah kepada setiap klien yang dia layani.

Duniatender.com membantu melakukan Persiapan Tender Perusahaan

Dari perencaan mengambil bidang usaha, kualifikasi sampai dengan persiapan dokumen tender dengan tujuan untuk Memenangkan Proyek

Dapatkan Layanan Prioritas dengan menghubungi tim kami

Duniatender.com sebagai konsultan bisnis, berpengalaman dalam memberikan solusi bisnis yang inovatif dan efektif untuk perusahaan di berbagai industri. Tim kami yang terdiri dari para ahli di bidang strategi, keuangan, dan operasi akan bekerja sama dengan Anda untuk mencapai tujuan bisnis Anda. Kami menyediakan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan Anda, termasuk analisis pasar, perencanaan strategis, dan pengembangan bisnis. Dengan pengalaman kami yang luas dan metode yang teruji, kami yakin dapat membantu perusahaan Anda untuk tumbuh dan berkembang lebih sukses.

Duniatender.com Proses SKK Konstruksi cepat dan memuaskan

Konsultasikan goal bisnis dengan kami, supaya dapat mengikuti jadwal tender

Pilih Sub bidang pekerjaan yang akan diambil, misalnya:

  • Konsultan atau Kontraktor
  • Spesialis atau Umum
  • Kecil, Besar atau Menengah
  • Jangan sampai hanya selembar kertas yang belum terpenuhi, anda GAGAL TENDER. Semua cara melengkapi persyaratan perizinan Dasar hingga Izin Operasional ADA DISINI !!
  • Saatnya anda lengkapi semua persyaratan IZIN DASAR & IZIN OPERASIONAL perusahaan anda mulai dari AKTA pendirian/perubahan, NIB (penetapan KBLI yang tepat) hingga Izin Operasional di semua sektor yang anda jalankan.
Terjamin
Sertifikat terjamin keasliannya dan dapat dicek online
Proses Cepat
Dengan puluhan tahun pengalaman kami, proses menjadi lebih cepat
Free Konsultasi
Konsultasi gratis sesuai dengan kebutuhan
24/7 Support
Contact us 24 jam sehari, 7 hari seminggu.

SBUJK

Sertifikat Badan Usaha (SBU) adalah bukti pengakuan formal tingkat Kompetensi usaha jasa pelaksana konstruksi (KONTRAKTOR) dan perencana konstruksi atau pengawas konstruksi (KONSULTAN) .

Sertifikat ISO (9001,14001,27001,37001,45001)

Perusahaan atau brand yang telah memiliki sertifikat ISO akan lebih berpeluang memenangkan persaingan pasar global. Pasalnya, perusahaan atau brand tersebut telah memiliki jaminan kualitas produk (barang atau jasa) dari ISO sehingga mendapatkan kepercayaan dari konsumen

SMK3

Menurut PP.No.50/2012, perusahaan yang harus menerapkan dan memiliki sertifikat SMK3 adalah perusahaan dengan jumlah karyawan 100 orang atau lebih atau perusahaan yang memiliki resiko tinggi.

SBUJPTL

Sertifikat Badan Usaha Jasa Penunjang Tenaga Listrik merupakan bukti pengakuan formal Badan Usaha bidang Kelistrikan yang dinyatakan telah berkompetensi sesuai klasifikasi pekerjaan yang dijalankan, dan menjadi syarat pengajuan IUJPTL - Izin Usaha Jasa Penunjang Tenaga Listrik

SKK Konstruksi

SKA atau Sertifikat Keahlian dan SKT atau Sertifikat Keterampilan kini berganti istilah menjadi Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK) Jasa Konstruksi Para Kontraktor yang baru mengajukan Registrasi & Sertifikasi Jasa Konstruksi ataupun yang melakukan perpanjangan IUJK - Izin Usaha Jasa Konstruksi saat ini, maka SBU & Sertifikat tenaga ahli atau SKA / SKT mengalami TRANSISI selama tahun 2021.

Pendirian PT/CV

Pendirian PT/CV. Mendirikan sebuah badan usaha atas usaha yang akan / sedang anda jalankan, adalah keputusan yang tepat dan sebuah LANGKAH BESAR. Namun, jangan hanya sekedar membuat wadahnya saja, tetapi juga bagaimana proyek-proyek yang akan anda jalankan kedepan sudah tertuang diawal didalam legalitas badan usaha.

Bagaimana cara kami membantu Perusahaan Anda?

  • 01. Business Goal

    Ceritakan kepada kami, goal bisnis Anda.

    • Mau ambil kualifikasi kontraktor atau konsultan
    • Kapan akan mengikuti tender
    • Tender apa yang akan diikuti
  • 02. Review kebutuhan teknis

    • Data penjualan tahunan;
    • Data kemampuan keuangan/nilai aset;
    • Data ketersediaan Tenaga Kerja Konstruksi
    • Data kemampuan dalam menyediakan Peralatan konstruksi;
    • Data penerapan sistem manajemen anti penyuapan ISO 37001;
    • Data keanggotaan asosiasi BUJK yang terdaftar di LPJK.
  • 03. Tenaga Ahli & Peralatan

    Apakah sudah memiliki tenaga ahli dan peralatan pendukung konstruksi

    Kami dapat membantu proses SKK - Sertifikat Kompetensi Kerja Konstruksi dan pemenuhan Peralatan

    Termasuk Ijin Operator (SIO) dan Ijin Alatnya (SIA)

  • 04. Proses SBU

    SBU Jasa Konstruksi ini dikeluarkan oleh LSBU atau Lembaga Sertifikat Badan Usaha yang di Akreditasi oleh LPJK PUPR

    • BUJK Nasional
    • BUJK PMA
    • BUJK Asing