Christina Pasaribu
1 day agoLangkah-langkah untuk Menyusun Perencanaan Kebutuhan Sumber Daya dalam Implementasi ISO 27001
Pelajari langkah-langkah yang diperlukan untuk menyusun perencanaan kebutuhan sumber daya yang efektif dalam implementasi ISO 27001. Temukan strategi untuk mengidentifikasi, mengalokasikan, dan mengelola sumber daya yang diperlukan untuk mencapai keberhasilan dalam manajemen keamanan informasi.
Gambar Ilustrasi Langkah-langkah untuk Menyusun Perencanaan Kebutuhan Sumber Daya dalam Implementasi ISO 27001
Baca Juga:
Mengapa Perencanaan Sumber Daya Sering Jadi Penghalang Suksesnya ISO 27001?
Cerita ini mungkin terdengar familiar: sebuah perusahaan dengan semangat tinggi memulai proyek implementasi ISO 27001. Tim internal yang antusias sudah dibentuk, konsultan hebat sudah di-hire, dan roadmap pun dibuat. Namun, beberapa bulan kemudian, proyek itu mulai tersendat. Deadline molor, meeting berulang tanpa progress yang jelas, dan tim mulai kelelahan. Apa akar masalahnya? Seringkali, jawabannya terletak pada satu dokumen yang dianggap sepele: Perencanaan Kebutuhan Sumber Daya. Tanpa peta sumber daya yang jelas, perjalanan menuju sertifikasi akan seperti berlayar tanpa kompas—penuh dengan risiko pemborosan waktu, anggaran, dan yang paling berbahaya, keamanan informasi yang tetap rentan.
Fakta mengejutkan dari berbagai studi kasus menunjukkan bahwa lebih dari 60% kegagalan atau keterlambatan dalam implementasi sistem manajemen keamanan informasi (SMKI) berakar pada alokasi sumber daya yang tidak tepat. Bukan karena kurangnya tekad, tetapi karena kurangnya kejelasan tentang apa, siapa, berapa, dan kapan sumber daya itu diperlukan. Perencanaan ini bukan sekadar daftar belanja, melainkan strategi operasional yang menjadi tulang punggung keberhasilan. Mari kita telusuri langkah-langkah konkrit untuk menyusunnya, agar proyek ISO 27001 Anda tidak hanya selesai, tetapi juga memberikan nilai keamanan yang berkelanjutan.
Baca Juga: Cara Ikut Lelang LPSE: Panduan Strategis Menang Tender 2025
Memahami Esensi: Apa Itu Perencanaan Kebutuhan Sumber Daya dalam Konteks ISO 27001?
Sebelum terjun ke langkah-langkah teknis, penting untuk menyelami filosofi di balik perencanaan ini. Dalam standar ISO 27001, khususnya pada klausul 7.1 (Resources), organisasi diwajibkan untuk menentukan dan menyediakan sumber daya yang diperlukan untuk membangun, menerapkan, memelihara, dan terus meningkatkan SMKI. Ini adalah komitmen nyata dari top management yang diwujudkan dalam bentuk rencana yang actionable.
Lebih dari Sekadar Anggaran dan Personel
Banyak yang terjebak pada pemikiran bahwa sumber daya hanya tentang uang dan jumlah staf. Padahal, cakupannya jauh lebih luas. Sumber daya mencakup aspek manusia (kompetensi), infrastruktur (teknologi & fisik), lingkungan kerja, dan tentu saja, anggaran. Sebuah perencanaan yang matang akan memetakan semua elemen ini secara holistik, melihat bagaimana mereka saling berinteraksi untuk mendukung 114 kontrol Annex A dan proses inti SMKI.
Pengalaman saya mendampingi berbagai perusahaan menunjukkan bahwa perusahaan yang hanya fokus pada biaya sertifikasi eksternal seringkali kaget dengan kebutuhan sumber daya internal untuk perubahan proses, pelatihan berulang, dan tooling pendukung. Rencana yang baik mengakomodasi hal-hal "tak terduga" yang sebenarnya sangat bisa diprediksi.
Dokumen Hidup yang Menjadi Kompas
Perencanaan kebutuhan sumber daya bukan dokumen statis yang sekali dibuat lalu disimpan. Ini adalah living document yang harus ditinjau ulang secara berkala, terutama ketika ada perubahan signifikan dalam lingkup organisasi, teknologi, atau landscape ancaman. Dokumen ini berfungsi sebagai kompas bagi Project Manager dan sponsor proyek untuk mengambil keputusan alokasi secara tepat.
Baca Juga: Kontrak Pengadaan Barang: Panduan Lengkap dan Strategi Tender
Mengapa Langkah Ini Sering Diabaikan dan Konsekuensinya?
Mengapa fase krusial ini sering terlewat? Biasanya karena euforia dan keinginan untuk segera "action". Beberapa tim langsung terjun ke risk assessment tanpa memastikan apakah mereka memiliki orang yang kompeten dan waktu yang cukup untuk melakukannya secara mendalam. Akibatnya, assessment menjadi sekadar formalitas, dan akar risiko sebenarnya tidak teridentifikasi.
Dampak Rantai dari Perencanaan yang Buruk
Konsekuensinya bersifat berantai. Pertama, kelelahan tim (burnout) karena beban ganda tanpa alokasi waktu yang jelas. Kedua, kualitas dokumen dan implementasi yang rendah, yang akan terbongkar saat audit sertifikasi, menyebabkan temuan mayor dan penundaan. Ketiga, yang paling parah, SMKI tidak menyatu dengan operasional bisnis. Sistem hanya menjadi beban administratif, bukan enabler yang melindungi aset informasi. Untuk memastikan kompetensi tim inti Anda memadai, pertimbangkan untuk mengikuti pelatihan dan sertifikasi kompetensi dari lembaga sertifikasi profesi yang diakui.
Sebaliknya, perencanaan yang matang menciptakan efisiensi, meminimalkan gangguan operasional, dan yang terpenting, membangun budaya keamanan informasi dari dalam. Ini adalah investasi dalam keberlanjutan.
Baca Juga: Maksud Pengadaan Barang dan Jasa: Strategi Menang Tender
Langkah Konkrit Menyusun Peta Sumber Daya Anda
Setelah memahami "apa" dan "mengapa", kini saatnya masuk ke "bagaimana". Berikut adalah langkah-langkah sistematis yang bisa Anda terapkan, berdasarkan best practice dan pengalaman di lapangan.
Lakukan Pemetaan Awal terhadap Seluruh Klausul dan Kontrol
Langkah pertama adalah mapping. Ambil semua klausul ISO 27001 (dari 4 hingga 10) serta kontrol Annex A yang relevan dengan organisasi Anda. Untuk setiap klausul dan kontrol, tanyakan: Aktivitas apa yang harus dilakukan? Siapa yang bertanggung jawab? Alat atau infrastruktur apa yang dibutuhkan? Berapa perkiraan waktu yang diperlukan? Gunakan tools sederhana seperti spreadsheet untuk memulai. Pemetaan ini akan memberikan gambaran kasar tentang kompleksitas proyek. Sumber daya untuk memahami standar secara mendalam dapat ditemukan melalui platform dukungan implementasi sistem manajemen.
Identifikasi dan Klasifikasi Sumber Daya Manusia berdasarkan Kompetensi
Ini adalah jantung dari perencanaan. Jangan hanya melihat jabatan, tapi kompetensi. ISO 27001 membutuhkan kombinungan keahlian teknis IT, manajemen risiko, hukum/kepatuhan, dan proses bisnis.
- Tim Inti (Project Team): Tentukan peran seperti Information Security Officer (ISO), Risk Owner, dan dokumentalis. Alokasikan waktu mereka secara eksplisit (misal, 50% dari waktu kerja dalam 6 bulan).
- Top Management & Sponsor: Rencanakan waktu mereka untuk rapat tinjauan manajemen, penyediaan anggaran, dan komunikasi dukungan.
- Pelatihan & Peningkatan Kompetensi: Rencanakan program pelatihan untuk mengisi gap kompetensi. Ini bisa berupa pelatihan internal, workshop, atau sertifikasi eksternal. Pastikan bukti kompetensi ini terdokumentasi dengan baik.
Rencanakan Kebutuhan Infrastruktur dan Teknologi Pendukung
Implementasi ISO 27001 hampir pasti membutuhkan dukungan teknologi. Buat daftar kebutuhan, seperti:
- Tools untuk Risk Assessment (GRC tools atau software khusus).
- Sistem Manajemen Dokumen (DMS) untuk mengontrol dokumen dan rekaman SMKI.
- Solusi teknis untuk memenuhi kontrol spesifik (misal, sistem log management, alat enkripsi, solusi backup).
- Infrastruktur fisik seperti ruang server yang aman atau area kerja khusus untuk tim proyek.
Susun Rencana Anggaran yang Realistis dan Transparan
Anggaran adalah penerjemahan semua kebutuhan ke dalam angka. Kelompokkan menjadi:
- Biaya Konsultan & Sertifikasi: Biaya untuk pendampingan eksternal dan audit sertifikasi oleh badan sertifikasi.
- Biaya Internal: Biaya penyediaan waktu tim (beban gaji yang dialokasikan untuk proyek), overhead.
- Biaya Pelatihan & Sertifikasi Kompetensi: Untuk meningkatkan kemampuan tim internal.
- Biaya Teknologi & Infrastruktur: Pembelian, lisensi, upgrade, dan maintenance.
- Biaya Tak Terduga (Contingency): Sisihkan sekitar 10-15% untuk kebutuhan yang muncul selama proyek.
Buat Timeline dan Rencana Penempatan (Deployment) yang Jelas
Sumber daya harus dialokasikan pada waktu yang tepat. Buat timeline proyek (Gantt Chart) dan plot kapan setiap jenis sumber daya (orang, alat, anggaran) diperlukan. Misalnya, kebutuhan tools risk assessment muncul di fase awal, sementara pelatihan awareness untuk semua karyawan mungkin dilakukan menjelang go-live. Rencana penempatan ini mencegah penumpukan permintaan sumber daya di satu waktu dan kekosongan di waktu lain.
Tetapkan Mekanisme Monitoring dan Peninjauan Ulang
Rencana harus dipantau. Tetapkan KPI sederhana seperti:
- Pemanfaatan anggaran vs rencana.
- Ketersediaan personel kunci (apakah mereka terbebani oleh tugas operasional?).
- Kepuasan tim terhadap alat dan infrastruktur yang disediakan.
Baca Juga: Pengadaan Com: Strategi Menang Tender dan Peluang Proyek
Mengintegrasikan Rencana Sumber Daya ke dalam Budaya Organisasi
Keberhasilan terakhir bukan terletak pada dokumen yang sempurna, tetapi pada internalisasi. Perencanaan sumber daya untuk ISO 27001 seharusnya tidak dilihat sebagai proyek satu kali, tetapi sebagai cerminan dari komitmen organisasi terhadap keamanan informasi yang berkelanjutan.
Komunikasi sebagai Kunci Penerimaan
Komunikasikan rencana ini, terutama kepada para pemilik sumber daya (department head) dan tim yang akan terlibat. Jelaskan mengapa alokasi ini penting bagi organisasi secara keseluruhan dan bagi mereka secara individu. Transparansi mengurangi resistensi dan membangun rasa kepemilikan bersama.
Dari Proyek Menuju Business as Usual (BAU)
Rencana sumber daya untuk fase implementasi harus memiliki transisi yang mulus ke fase pemeliharaan (maintenance). Setelah sertifikasi diperoleh, sumber daya (waktu, anggaran, perhatian manajemen) harus tetap dialokasikan untuk aktivitas seperti audit internal, tinjauan manajemen, perbaikan berkelanjutan, dan pelatihan penyegaran. Inilah yang membedakan perusahaan yang hanya "cari sertifikat" dengan yang benar-benar membangun ketangguhan siber.
Baca Juga: Contoh Belanja Barang: Strategi Menang Tender dan Peluang Proyek
Penutup: Mulailah dengan Peta yang Jelas, Raih Keamanan yang Berkelanjutan
Menyusun perencanaan kebutuhan sumber daya untuk ISO 27001 mungkin terlihat seperti pekerjaan tambahan yang memakan waktu di awal. Namun, analoginya seperti mendaki gunung: Anda bisa langsung jalan tanpa persiapan dan berisiko tersesat atau kehabisan bekal, atau Anda bisa meluangkan waktu mempelajari peta, menyiapkan peralatan, dan mengatur logistik—yang justru akan mempercepat dan mempermudah perjalanan Anda ke puncak.
Langkah-langkah yang telah dibahas—dari pemetaan, identifikasi kompetensi, perencanaan teknologi dan anggaran, hingga monitoring—adalah kerangka untuk membangun peta tersebut. Dengan peta yang jelas, komitmen manajemen akan terwujud secara nyata, tim akan bekerja dengan fokus dan efisien, dan yang terpenting, sistem manajemen keamanan informasi yang Anda bangun akan kokoh, relevan, dan benar-benar melindungi aset berharga organisasi.
Apakah Anda siap untuk menyusun peta sumber daya Anda? Jika membutuhkan panduan lebih lanjut atau konsultasi terkait penyusunan dokumen dan strategi implementasi ISO 27001 yang efektif, kunjungi jakon.info. Tim ahli kami siap membantu Anda mengubah komitmen keamanan informasi menjadi sebuah sistem yang terkelola dengan baik dan sumber daya yang teralokasi dengan tepat. Mari wujudkan ketangguhan digital organisasi Anda dari fondasi yang kuat.
About the author
Christina Pasaribu adalah seorang konsultan bisnis berpengalaman yang berdedikasi untuk membantu perusahaan mencapai kesuksesan dan pertumbuhan yang berkelanjutan. Dengan pengetahuan mendalam tentang strategi bisnis dan pasar yang luas, Christina membantu kliennya mengidentifikasi peluang baru, menghadapi tantangan, dan mengoptimalkan kinerja bisnis mereka.
Sebagai seorang konsultan di Duniatender.com, Christina Pasaribu telah bekerja dengan berbagai perusahaan dari berbagai industri. Ia memiliki latar belakang yang kuat dalam analisis data dan pemahaman yang mendalam tentang tren pasar, yang memungkinkannya memberikan wawasan berharga kepada klien-kliennya.
Christina Pasaribu selalu bersemangat dalam mencari solusi inovatif untuk tantangan bisnis yang kompleks, dan dia terus berkomitmen untuk memberikan nilai tambah kepada setiap klien yang dia layani.
Duniatender.com membantu melakukan Persiapan Karir &Pengembangan SDM melalui pelatihan & Sertifikasi
Dari perencaan mengambil bidang usaha, kualifikasi sampai dengan persiapan dokumen tender dengan tujuan untuk Memenangkan Proyek
Tingkatkan kredibilitas dan peluang bisnis Anda! Urus dokumen usaha dengan cepat, mudah, dan didampingi oleh tim berpengalaman.
Cut Hanti
Novitasari
Dapatkan Layanan Prioritas dengan menghubungi tim kami
Duniatender.com sebagai konsultan bisnis, berpengalaman dalam memberikan solusi bisnis yang inovatif dan efektif untuk perusahaan di berbagai industri. Tim kami yang terdiri dari para ahli di bidang strategi, keuangan, dan operasi akan bekerja sama dengan Anda untuk mencapai tujuan bisnis Anda. Kami menyediakan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan Anda, termasuk analisis pasar, perencanaan strategis, dan pengembangan bisnis. Dengan pengalaman kami yang luas dan metode yang teruji, kami yakin dapat membantu perusahaan Anda untuk tumbuh dan berkembang lebih sukses.
Artikel Lainnya Terkait Langkah-langkah untuk Menyusun Perencanaan Kebutuhan Sumber Daya dalam Implementasi ISO 27001
Konsultasikan perencanaan tender dengan kami, supaya dapat mengikuti jadwal tender pemerintah/swasta dengan baik
Pilih Sub bidang pekerjaan yang akan diambil, misalnya:
- Konsultan atau Kontraktor
- Spesialis atau Umum
- Kecil, Besar atau Menengah
- Semua cara melengkapi persyaratan perizinan Dasar hingga Izin Operasional ada di UrusIzin.co.id
- Saatnya anda lengkapi semua persyaratan IZIN DASAR & IZIN OPERASIONAL perusahaan anda mulai dari AKTA pendirian/perubahan, NIB (penetapan KBLI yang tepat) hingga Izin Operasional di semua sektor yang anda jalankan.
Kami Melayanani Penerbitan Ijin Badan Usaha
SBUJK Jasa Konstruksi
Tingkatkan kredibilitas dan peluang bisnis Anda di sektor konstruksi dengan Sertifikat Badan Usaha Jasa Konstruksi (SBUJK). Sertifikat ini membuktikan bahwa perusahaan Anda memenuhi standar kompetensi dan kualitas yang ditetapkan oleh pemerintah, memastikan kelayakan dalam menjalankan proyek konstruksi. Dengan SBUJK, Anda dapat mengikuti tender proyek pemerintah dan swasta, memperluas jaringan bisnis, serta meningkatkan kepercayaan klien dan mitra.
Pelajari Lebih LanjutSBUJPTL
Raih pengakuan resmi dalam bidang jasa penunjang tenaga listrik dengan Sertifikat Badan Usaha Jasa Penunjang Tenaga Listrik (SBUJPTL). Sertifikat ini menunjukkan bahwa perusahaan Anda memiliki kapasitas dan kompetensi untuk menyediakan layanan berkualitas tinggi di sektor tenaga listrik. Dengan SBUJPTL, Anda dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan, memperluas peluang usaha, dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi industri.
Pelajari Lebih LanjutSKK Konstruksi
Tingkatkan profesionalisme dan keahlian Anda di sektor konstruksi dengan Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK) Konstruksi. Sertifikat ini diakui secara nasional dan membuktikan bahwa Anda memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk menjalankan tugas konstruksi dengan efektif. Dengan SKK Konstruksi, Anda dapat meningkatkan peluang karir, memperoleh kepercayaan dari pemberi kerja, dan memenuhi standar industri.
Pelajari Lebih LanjutBantuan CSMS Migas/Pertamina/PLN
Pastikan kepatuhan terhadap standar keselamatan dengan Contractor Safety Management System (CSMS). Sistem ini dirancang untuk mengelola dan mengawasi kinerja keselamatan kontraktor, memastikan bahwa mereka memenuhi persyaratan keselamatan yang ditetapkan oleh perusahaan Anda. Dengan CSMS, Anda dapat mengurangi risiko kecelakaan, meningkatkan keamanan di tempat kerja, dan membangun budaya keselamatan yang kuat.
Pelajari Lebih LanjutSertifikat ISO 9001
Tingkatkan keunggulan operasional dan kepuasan pelanggan dengan Sertifikat ISO 9001, standar internasional untuk sistem manajemen mutu. Dengan sertifikasi ini, perusahaan Anda akan diakui memiliki proses yang efisien, konsisten, dan memenuhi kebutuhan pelanggan. Sertifikat ISO 9001 tidak hanya meningkatkan reputasi perusahaan di mata klien dan mitra bisnis, tetapi juga membantu mengidentifikasi dan mengatasi risiko dengan lebih efektif, memastikan kualitas produk dan layanan Anda selalu optimal.
Pelajari Lebih LanjutSertifikat ISO 14001
Jadikan perusahaan Anda pelopor dalam pengelolaan lingkungan dengan memperoleh Sertifikat ISO 14001. Standar ini menunjukkan komitmen Anda terhadap praktik ramah lingkungan dan keberlanjutan, mengurangi dampak negatif operasi bisnis terhadap lingkungan. Dengan sertifikasi ISO 14001, Anda tidak hanya mematuhi peraturan lingkungan yang berlaku, tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional dan menghemat biaya melalui penggunaan sumber daya yang lebih baik dan pengurangan limbah. Raih kepercayaan dan loyalitas dari konsumen yang semakin peduli terhadap lingkungan dengan sertifikat ini.
Pelajari Lebih LanjutSertifikat ISO 27001
Lindungi aset informasi berharga perusahaan Anda dengan Sertifikat ISO 27001, standar internasional untuk sistem manajemen keamanan informasi. Sertifikasi ini membantu Anda menetapkan, menerapkan, memelihara, dan terus meningkatkan sistem keamanan informasi, memastikan bahwa data perusahaan dan klien tetap aman dari ancaman dan kebocoran. Dengan ISO 27001, Anda tidak hanya memenuhi persyaratan hukum dan regulasi, tetapi juga membangun kepercayaan dan kredibilitas di mata pelanggan dan mitra bisnis, membuktikan bahwa Anda serius dalam menjaga keamanan data.
Pelajari Lebih LanjutSertifikat ISO 37001
Perangi praktik suap dan korupsi dengan Sertifikat ISO 37001, standar internasional untuk sistem manajemen anti-penyuapan. Dengan memperoleh sertifikasi ini, perusahaan Anda menunjukkan komitmen terhadap etika bisnis dan integritas, serta kepatuhan terhadap hukum anti-suap. Sertifikat ISO 37001 membantu Anda mengidentifikasi risiko penyuapan, menerapkan kebijakan dan kontrol yang efektif, dan membangun budaya transparansi. Meningkatkan kepercayaan dari pemangku kepentingan dan memperkuat reputasi perusahaan sebagai organisasi yang bersih dan dapat dipercaya.
Pelajari Lebih LanjutSertifikat ISO 45001
Prioritaskan kesehatan dan keselamatan kerja dengan Sertifikat ISO 45001, standar internasional untuk sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Dengan sertifikasi ini, Anda menunjukkan komitmen untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi karyawan, mengurangi risiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Sertifikat ISO 45001 membantu Anda mematuhi regulasi K3 yang berlaku, meningkatkan moral dan produktivitas karyawan, serta mengurangi biaya yang terkait dengan insiden kerja. Jadilah perusahaan yang peduli terhadap kesejahteraan karyawan dengan ISO 45001.
Pelajari Lebih LanjutBagaimana cara kami membantu Perusahaan Anda?
-
01. Business Goal
Ceritakan kepada kami, goal bisnis Anda.
- Mau ambil kualifikasi kontraktor atau konsultan
- Kapan akan mengikuti tender
- Tender apa yang akan diikuti
-
02. Review kebutuhan teknis
- Data penjualan tahunan;
- Data kemampuan keuangan/nilai aset;
- Data ketersediaan Tenaga Kerja Konstruksi
- Data kemampuan dalam menyediakan Peralatan konstruksi;
- Sertifikat ISO 37001 / Data penerapan sistem manajemen anti penyuapan ISO 37001
- Data keanggotaan asosiasi BUJK yang terdaftar di LPJK.
-
03. Tenaga Ahli & Peralatan
Apakah sudah memiliki tenaga ahli dan peralatan pendukung konstruksi
Kami dapat membantu proses SKK - Sertifikat Kompetensi Kerja Konstruksi dan pemenuhan Peralatan
Termasuk Ijin Operator (SIO) dan Ijin Alatnya (SIA)
-
04. Proses SBU
SBU Jasa Konstruksi ini dikeluarkan oleh LSBU atau Lembaga Sertifikat Badan Usaha yang di Akreditasi oleh LPJK PUPR
- BUJK Nasional
- BUJK PMA
- BUJK Asing