Christina Pasaribu
1 day agoMendefinisikan Tujuan Pengendalian Teknis Berdasarkan ISO 27001
Pelajari tentang pentingnya mendefinisikan tujuan pengendalian teknis dalam konteks keamanan informasi sesuai dengan standar ISO 27001. Temukan langkah-langkah praktis untuk mengidentifikasi, merencanakan, dan melaksanakan pengendalian teknis yang efektif.
Gambar Ilustrasi Mendefinisikan Tujuan Pengendalian Teknis Berdasarkan ISO 27001
Baca Juga:
Mengapa Tujuan Pengendalian Teknis Sering Jadi "Anak Tiri" dalam Implementasi ISO 27001?
Dalam perjalanan panjang saya mendampingi puluhan perusahaan untuk meraih sertifikasi ISO 27001, ada satu pola yang terus berulang. Tim IT dan keamanan informasi sibuk memilih teknologi canggih: firewall generasi terbaru, sistem deteksi intrusi, hingga solusi endpoint protection yang mahal. Dokumen kebijakan dan prosedur telah rapi tersusun. Namun, ketika auditor bertanya, "Apa tujuan spesifik dari penerapan kontrol teknis ini? Bagaimana Anda mengukur keberhasilannya?" – seringkali ruangan menjadi hening. Jawabannya berkisar pada, "Ya… untuk mengamankan data, tentunya." Ini adalah kesenjangan kritis yang bisa membuat investasi besar-besaran dalam keamanan informasi menjadi kurang efektif dan sulit dipertanggungjawabkan.
Faktanya, berdasarkan pengamatan di lapangan, banyak organisasi terjebak dalam "checklist mentality". Mereka melihat Annex A ISO 27001 sebagai daftar belanja kontrol yang harus dipasang, tanpa mendalami the 'why' behind the 'what'. Padahal, jiwa dari klausul 6.2 (Sasaran Keamanan Informasi) adalah memastikan setiap tindakan, termasuk kontrol teknis, memiliki tujuan yang terukur dan selaras dengan tujuan bisnis. Tanpa definisi tujuan yang jelas, kontrol teknis hanyalah sebuah alat tanpa arahan, seperti kapal tanpa nahkoda di tengah lautan ancaman siber yang semakin ganas.
Baca Juga: Cara Ikut Lelang LPSE: Panduan Strategis Menang Tender 2025
Memahami Esensi: Apa Itu Tujuan Pengendalian Teknis dalam Ekosistem ISO 27001?
Sebelum masuk lebih jauh, mari kita dekonstruksi frasa "Tujuan Pengendalian Teknis". Dalam konteks ISO 27001, ini bukan sekadar pernyataan umum. Ini adalah komitmen spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan berbatas waktu yang ditetapkan untuk sebuah atau sekelompok kontrol teknis. Tujuan ini menjadi jembatan yang menghubungkan alat teknis (seperti enkripsi) dengan hasil bisnis yang diinginkan (seperti menjaga kerahasiaan data pelanggan).
Beda Tipis tapi Krusial: Tujuan Kontrol vs. Kontrol Itu Sendiri
Ini titik yang sering membingungkan. Kontrol teknis adalah "apa" yang Anda terapkan. Contohnya: "Menerapkan multi-factor authentication (MFA) untuk semua akses ke sistem inti." Sementara itu, tujuan kontrol adalah "mengapa" Anda menerapkannya dan "hasil apa" yang diharapkan. Contoh tujuan dari penerapan MFA tersebut bisa jadi: "Mengurangi risiko akses tidak sah ke sistem finansial dengan meminimalkan insiden akibat credential theft hingga 90% dalam periode satu tahun." Lihat perbedaannya? Yang satu adalah tindakan, yang lain adalah hasil yang dituju dengan parameter yang bisa diukur.
Kerangka Kerja yang Membingkai: Dari Konteks Organisasi hingga Tujuan Terukur
Tujuan pengendalian teknis tidak hidup dalam ruang hampa. Ia lahir dari proses analisis risiko yang matang. Alurnya dimulai dari pemahaman mendalam tentang konteks organisasi (klausul 4), identifikasi pihak yang berkepentingan dan kebutuhan mereka. Kemudian, melalui proses risk assessment, organisasi mengidentifikasi ancaman terhadap aset informasi berharganya. Di sinilah kontrol teknis dipilih sebagai salah satu metode perlakuan risiko. Tujuan kontrol kemudian dirumuskan untuk memastikan kontrol yang dipilih tersebut benar-benar mampu menurunkan tingkat risiko ke batas yang dapat diterima (risk acceptance level).
Misalnya, setelah analisis risiko mendalam, sebuah perusahaan kontraktor menemukan risiko tinggi kebocoran data desain proyek tender melalui removable media. Kontrol teknis yang dipilih adalah mendisable port USB dan menerapkan solusi Data Loss Prevention (DLP). Tujuan kontrolnya bukan sekadar "memasang DLP", melainkan "Mencegah kebocoran data desain sensitif melalui saluran eksternal, yang ditunjukkan dengan nol insiden kebocoran data melalui USB atau email yang terdeteksi oleh sistem DLP dalam kuartal berjalan."
Baca Juga: Kontrak Pengadaan Barang: Panduan Lengkap dan Strategi Tender
Mengapa Mendefinisikan Tujuan Ini Sangat Vital? Lebih Dari Sekadar Formalitas Audit
Jika Anda berpikir ini hanya untuk memuaskan hati auditor sertifikasi, pikirkan lagi. Mendefinisikan tujuan dengan baik adalah praktik tata kelola (governance) yang cerdas. Ini adalah cara organisasi modern memastikan bahwa setiap rupiah yang diinvestasikan dalam teknologi keamanan memberikan nilai (value) dan dampak nyata.
Mengubah Biaya Menjadi Investasi yang Terukur
Tanpa tujuan yang jelas, pengeluaran untuk keamanan informasi akan selalu dilihat sebagai biaya (cost center) yang membebani. Manajemen puncak akan terus mempertanyakan anggaran untuk firewall baru atau lisensi security software. Namun, dengan tujuan yang terukur, Anda dapat berkomunikasi dalam bahasa bisnis. Anda dapat melaporkan, "Investasi sebesar X pada sistem intrusion detection telah berhasil mencapai tujuannya, yaitu mengurangi rata-rata waktu deteksi ancaman dari 30 hari menjadi 2 hari, sehingga potensi kerugian finansial dari serangan siber dapat ditekan hingga estimasi Y rupiah." Ini mengubah narasi dari biaya menjadi pelindung nilai aset.
Panduan untuk Konfigurasi dan Optimasi yang Efektif
Tujuan yang didefinisikan dengan baik menjadi panduan teknis bagi tim IT. Ambil contoh kontrol "pencadangan data" (backup). Jika tujuannya hanya "melakukan backup", maka konfigurasinya bisa asal jalan. Tapi jika tujuannya didefinisikan sebagai: "Memastikan recovery time objective (RTO) untuk sistem ERP maksimal 4 jam dan recovery point objective (RPO) maksimal 15 menit pasca insiden kegagalan hardware," maka tim akan tahu persis bagaimana mengkonfigurasi frekuensi backup, jenis backup (full, incremental), dan teknologi penyimpanan yang diperlukan. Ini mencegah over-engineering atau sebaliknya, konfigurasi yang tidak memadai.
Dasar untuk Evaluasi Kinerja dan Perbaikan Berkelanjutan
ISO 27001 menekankan perbaikan berkelanjutan (klausul 10). Bagaimana Anda bisa meningkatkan sesuatu yang tidak Anda ukur? Tujuan kontrol yang terukur (misalnya: "Menurunkan jumlah phishing yang berhasil dari 10 insiden per bulan menjadi kurang dari 2 insiden per bulan melalui security awareness training dan email filtering") memberikan baseline yang jelas. Pada tinjauan manajemen, Anda dapat mengevaluasi: Apakah tujuan tercapai? Jika tidak, apa akar penyebabnya? Apakah kontrolnya kurang efektif atau ada faktor lain? Proses ini, yang sering didukung oleh konsultan sistem manajemen yang berpengalaman, memastikan program keamanan informasi Anda dinamis dan selalu relevan.
Baca Juga: Maksud Pengadaan Barang dan Jasa: Strategi Menang Tender
Bagaimana Merumuskan Tujuan Pengendalian Teknis yang SMART dan Kontekstual?
Setelah memahami 'apa' dan 'mengapa', kini kita masuk ke tahap praktis 'bagaimana'. Merumuskan tujuan yang baik adalah sebuah seni dan ilmu. Gunakan kerangka SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound) sebagai panduan, namun sesuaikan dengan konteks keamanan informasi.
Langkah Awal: Berangkat dari Hasil Analisis Risiko
Jangan mulai dari kontrolnya, mulai dari risikonya. Setiap tujuan kontrol harus secara langsung menjawab sebuah risiko yang telah diidentifikasi. Ambil dokumen risk treatment plan Anda. Untuk setiap risiko yang ditangani dengan kontrol teknis, tanyakan: "Jika kontrol ini berjalan sempurna, hasil seperti apa yang saya harapkan terhadap risiko ini?" Jawaban atas pertanyaan ini adalah calon tujuan kontrol Anda.
Membuatnya Terukur: Pilih Metrik yang Bermakna
Ini bagian tersulit sekaligus terpenting. Hindari metrik vanity seperti "jumlah perangkat yang dipasangi antivirus". Itu adalah metrik implementasi, bukan hasil. Fokus pada metrik outcome. Contoh:
- Untuk kontrol terkait ketersediaan: RTO (Recovery Time Objective), RPO (Recovery Point Objective), uptime persentase (e.g., 99.9%).
- Untuk kontrol terkait kerahasiaan & integritas: Jumlah insiden kebocoran/data yang dimodifikasi tanpa otorisasi, mean time to detect (MTTD), mean time to respond (MTTR).
- Untuk kontrol proteksi perbatasan: Jumlah percobaan serangan yang berhasil di-blok, persentase false positive.
Teknologi seperti SIEM (Security Information and Event Management) seringkali krusial untuk mengumpulkan dan menganalisis metrik-metrik ini.
Contoh Nyata Penerapan dalam Berbagai Skenario
Skenario 1: Perusahaan Fintech
Risiko: Penyalahgunaan akses oleh insider untuk memodifikasi data transaksi.
Kontrol Teknis: Penerapan Privileged Access Management (PAM) dan database activity monitoring.
Tujuan Kontrol yang SMART: "Meminimalkan risiko modifikasi data transaksi tanpa otorisasi dengan menerapkan PAM, yang ditunjukkan dengan tercapainya 100% sesi akses privileged ke server database yang terekam (logged) dan dapat diaudit, serta penurunan alert aktivitas mencurigakan dari sistem monitoring menjadi kurang dari 5 per kuartal dalam waktu 9 bulan ke depan."
Skenario 2: Penyedia Jasa Konstruksi
Risiko: Gangguan operasi proyek karena serangan ransomware pada server file sharing.
Kontrol Teknis: Isolasi jaringan (network segmentation), aplikasi whitelisting pada server, dan backup terenkripsi offline.
Tujuan Kontrol yang SMART: "Mempertahankan operasi proyek dengan memastikan ketersediaan data desain dan administrasi, melalui RTO maksimal 1 hari kerja dan RPO maksimal 1 hari pasca serangan ransomware, yang diukur melalui simulasi disaster recovery dua kali setahun."
Baca Juga: Pengadaan Com: Strategi Menang Tender dan Peluang Proyek
Mengintegrasikan Tujuan Kontrol ke dalam DNA Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI)
Tujuan yang telah dirumuskan dengan cantik tidak akan berguna jika hanya tersimpan rapi di dalam laporan analisis risiko. Ia harus dihidupkan dan diintegrasikan ke dalam seluruh siklus hidup SMKI.
Dokumentasi yang Jelas dan Terakses
Catat tujuan setiap kontrol teknis utama dalam Risk Treatment Plan atau dalam sebuah matriks khusus. Pastikan dokumen ini mudah diakses oleh pemilik risiko, pemilik aset, dan tim teknis yang bertanggung jawab. Ini menjadi single source of truth tentang "mengapa kita melakukan ini".
Monitoring dan Tinjauan Berkala
Tujuan kontrol harus menjadi agenda tetap dalam tinjauan manajemen dan pertemuan operasional keamanan. Gunakan dashboard dari tools keamanan Anda untuk memantau metrik-metrik yang telah ditetapkan. Apakah trennya membaik? Jika ada penyimpangan, lakukan analisis akar penyebab. Proses ini adalah jantung dari klausul 9 (Evaluasi Kinerja) ISO 27001.
Kunci Menghadapi Audit dengan Percaya Diri
Bagi auditor, adanya tujuan kontrol yang terdokumentasi dan terukur adalah indikator kuat bahwa SMKI telah matang. Ini menunjukkan bahwa organisasi tidak hanya sekadar menerapkan standar secara membabi buta, tetapi telah memikirkan dengan mendalam tentang efektivitas dan nilai dari setiap kontrol. Saat auditor bertanya tentang efektivitas suatu kontrol, Anda dapat menunjukkan tujuan yang telah ditetapkan dan data kinerja yang mendukung, alih-alih hanya menjawab "sudah berjalan". Pendekatan ini membangun trust dan kredibilitas yang tinggi di mata auditor.
Baca Juga: Contoh Belanja Barang: Strategi Menang Tender dan Peluang Proyek
Kesimpulan: Dari Pemenuhan Syarat Menuju Keamanan yang Bernilai Strategis
Mendefinisikan tujuan pengendalian teknis berdasarkan ISO 27001 jauh melampaui sekadar memenuhi persyaratan klausul 6.2. Ini adalah praktik fundamental yang mengubah paradigma keamanan informasi dari fungsi teknis yang reaktif menjadi strategi bisnis yang proaktif dan terukur. Dengan mendisiplinkan diri untuk selalu bertanya "untuk apa?" sebelum "menggunakan apa?", organisasi dapat memastikan bahwa setiap solusi teknis yang diadopsi benar-benar berkontribusi pada ketangguhan (resilience) organisasi secara keseluruhan.
Proses ini membutuhkan komitmen, kolaborasi antara bisnis dan IT, serta pemahaman yang mendalam tentang konteks risiko unik organisasi Anda. Jika Anda merasa perlu pendampingan untuk membangun fondasi SMKI yang kuat, termasuk dalam merumuskan tujuan kontrol yang efektif dan selaras dengan bisnis, Jakon siap menjadi mitra strategis Anda. Kami membantu organisasi tidak hanya sekadar meraih sertifikasi, tetapi membangun kerangka keamanan informasi yang hidup, terukur, dan menjadi nilai tambah kompetitif. Kunjungi Jakon.info untuk memulai percakapan tentang bagaimana kami dapat mendukung perjalanan transformasi keamanan digital perusahaan Anda.
About the author
Christina Pasaribu adalah seorang konsultan bisnis berpengalaman yang berdedikasi untuk membantu perusahaan mencapai kesuksesan dan pertumbuhan yang berkelanjutan. Dengan pengetahuan mendalam tentang strategi bisnis dan pasar yang luas, Christina membantu kliennya mengidentifikasi peluang baru, menghadapi tantangan, dan mengoptimalkan kinerja bisnis mereka.
Sebagai seorang konsultan di Duniatender.com, Christina Pasaribu telah bekerja dengan berbagai perusahaan dari berbagai industri. Ia memiliki latar belakang yang kuat dalam analisis data dan pemahaman yang mendalam tentang tren pasar, yang memungkinkannya memberikan wawasan berharga kepada klien-kliennya.
Christina Pasaribu selalu bersemangat dalam mencari solusi inovatif untuk tantangan bisnis yang kompleks, dan dia terus berkomitmen untuk memberikan nilai tambah kepada setiap klien yang dia layani.
Duniatender.com membantu melakukan Persiapan Karir &Pengembangan SDM melalui pelatihan & Sertifikasi
Dari perencaan mengambil bidang usaha, kualifikasi sampai dengan persiapan dokumen tender dengan tujuan untuk Memenangkan Proyek
Tingkatkan kredibilitas dan peluang bisnis Anda! Urus dokumen usaha dengan cepat, mudah, dan didampingi oleh tim berpengalaman.
Cut Hanti
Novitasari
Dapatkan Layanan Prioritas dengan menghubungi tim kami
Duniatender.com sebagai konsultan bisnis, berpengalaman dalam memberikan solusi bisnis yang inovatif dan efektif untuk perusahaan di berbagai industri. Tim kami yang terdiri dari para ahli di bidang strategi, keuangan, dan operasi akan bekerja sama dengan Anda untuk mencapai tujuan bisnis Anda. Kami menyediakan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan Anda, termasuk analisis pasar, perencanaan strategis, dan pengembangan bisnis. Dengan pengalaman kami yang luas dan metode yang teruji, kami yakin dapat membantu perusahaan Anda untuk tumbuh dan berkembang lebih sukses.
Artikel Lainnya Terkait Mendefinisikan Tujuan Pengendalian Teknis Berdasarkan ISO 27001
Konsultasikan perencanaan tender dengan kami, supaya dapat mengikuti jadwal tender pemerintah/swasta dengan baik
Pilih Sub bidang pekerjaan yang akan diambil, misalnya:
- Konsultan atau Kontraktor
- Spesialis atau Umum
- Kecil, Besar atau Menengah
- Semua cara melengkapi persyaratan perizinan Dasar hingga Izin Operasional ada di UrusIzin.co.id
- Saatnya anda lengkapi semua persyaratan IZIN DASAR & IZIN OPERASIONAL perusahaan anda mulai dari AKTA pendirian/perubahan, NIB (penetapan KBLI yang tepat) hingga Izin Operasional di semua sektor yang anda jalankan.
Kami Melayanani Penerbitan Ijin Badan Usaha
SBUJK Jasa Konstruksi
Tingkatkan kredibilitas dan peluang bisnis Anda di sektor konstruksi dengan Sertifikat Badan Usaha Jasa Konstruksi (SBUJK). Sertifikat ini membuktikan bahwa perusahaan Anda memenuhi standar kompetensi dan kualitas yang ditetapkan oleh pemerintah, memastikan kelayakan dalam menjalankan proyek konstruksi. Dengan SBUJK, Anda dapat mengikuti tender proyek pemerintah dan swasta, memperluas jaringan bisnis, serta meningkatkan kepercayaan klien dan mitra.
Pelajari Lebih LanjutSBUJPTL
Raih pengakuan resmi dalam bidang jasa penunjang tenaga listrik dengan Sertifikat Badan Usaha Jasa Penunjang Tenaga Listrik (SBUJPTL). Sertifikat ini menunjukkan bahwa perusahaan Anda memiliki kapasitas dan kompetensi untuk menyediakan layanan berkualitas tinggi di sektor tenaga listrik. Dengan SBUJPTL, Anda dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan, memperluas peluang usaha, dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi industri.
Pelajari Lebih LanjutSKK Konstruksi
Tingkatkan profesionalisme dan keahlian Anda di sektor konstruksi dengan Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK) Konstruksi. Sertifikat ini diakui secara nasional dan membuktikan bahwa Anda memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk menjalankan tugas konstruksi dengan efektif. Dengan SKK Konstruksi, Anda dapat meningkatkan peluang karir, memperoleh kepercayaan dari pemberi kerja, dan memenuhi standar industri.
Pelajari Lebih LanjutBantuan CSMS Migas/Pertamina/PLN
Pastikan kepatuhan terhadap standar keselamatan dengan Contractor Safety Management System (CSMS). Sistem ini dirancang untuk mengelola dan mengawasi kinerja keselamatan kontraktor, memastikan bahwa mereka memenuhi persyaratan keselamatan yang ditetapkan oleh perusahaan Anda. Dengan CSMS, Anda dapat mengurangi risiko kecelakaan, meningkatkan keamanan di tempat kerja, dan membangun budaya keselamatan yang kuat.
Pelajari Lebih LanjutSertifikat ISO 9001
Tingkatkan keunggulan operasional dan kepuasan pelanggan dengan Sertifikat ISO 9001, standar internasional untuk sistem manajemen mutu. Dengan sertifikasi ini, perusahaan Anda akan diakui memiliki proses yang efisien, konsisten, dan memenuhi kebutuhan pelanggan. Sertifikat ISO 9001 tidak hanya meningkatkan reputasi perusahaan di mata klien dan mitra bisnis, tetapi juga membantu mengidentifikasi dan mengatasi risiko dengan lebih efektif, memastikan kualitas produk dan layanan Anda selalu optimal.
Pelajari Lebih LanjutSertifikat ISO 14001
Jadikan perusahaan Anda pelopor dalam pengelolaan lingkungan dengan memperoleh Sertifikat ISO 14001. Standar ini menunjukkan komitmen Anda terhadap praktik ramah lingkungan dan keberlanjutan, mengurangi dampak negatif operasi bisnis terhadap lingkungan. Dengan sertifikasi ISO 14001, Anda tidak hanya mematuhi peraturan lingkungan yang berlaku, tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional dan menghemat biaya melalui penggunaan sumber daya yang lebih baik dan pengurangan limbah. Raih kepercayaan dan loyalitas dari konsumen yang semakin peduli terhadap lingkungan dengan sertifikat ini.
Pelajari Lebih LanjutSertifikat ISO 27001
Lindungi aset informasi berharga perusahaan Anda dengan Sertifikat ISO 27001, standar internasional untuk sistem manajemen keamanan informasi. Sertifikasi ini membantu Anda menetapkan, menerapkan, memelihara, dan terus meningkatkan sistem keamanan informasi, memastikan bahwa data perusahaan dan klien tetap aman dari ancaman dan kebocoran. Dengan ISO 27001, Anda tidak hanya memenuhi persyaratan hukum dan regulasi, tetapi juga membangun kepercayaan dan kredibilitas di mata pelanggan dan mitra bisnis, membuktikan bahwa Anda serius dalam menjaga keamanan data.
Pelajari Lebih LanjutSertifikat ISO 37001
Perangi praktik suap dan korupsi dengan Sertifikat ISO 37001, standar internasional untuk sistem manajemen anti-penyuapan. Dengan memperoleh sertifikasi ini, perusahaan Anda menunjukkan komitmen terhadap etika bisnis dan integritas, serta kepatuhan terhadap hukum anti-suap. Sertifikat ISO 37001 membantu Anda mengidentifikasi risiko penyuapan, menerapkan kebijakan dan kontrol yang efektif, dan membangun budaya transparansi. Meningkatkan kepercayaan dari pemangku kepentingan dan memperkuat reputasi perusahaan sebagai organisasi yang bersih dan dapat dipercaya.
Pelajari Lebih LanjutSertifikat ISO 45001
Prioritaskan kesehatan dan keselamatan kerja dengan Sertifikat ISO 45001, standar internasional untuk sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Dengan sertifikasi ini, Anda menunjukkan komitmen untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi karyawan, mengurangi risiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Sertifikat ISO 45001 membantu Anda mematuhi regulasi K3 yang berlaku, meningkatkan moral dan produktivitas karyawan, serta mengurangi biaya yang terkait dengan insiden kerja. Jadilah perusahaan yang peduli terhadap kesejahteraan karyawan dengan ISO 45001.
Pelajari Lebih LanjutBagaimana cara kami membantu Perusahaan Anda?
-
01. Business Goal
Ceritakan kepada kami, goal bisnis Anda.
- Mau ambil kualifikasi kontraktor atau konsultan
- Kapan akan mengikuti tender
- Tender apa yang akan diikuti
-
02. Review kebutuhan teknis
- Data penjualan tahunan;
- Data kemampuan keuangan/nilai aset;
- Data ketersediaan Tenaga Kerja Konstruksi
- Data kemampuan dalam menyediakan Peralatan konstruksi;
- Sertifikat ISO 37001 / Data penerapan sistem manajemen anti penyuapan ISO 37001
- Data keanggotaan asosiasi BUJK yang terdaftar di LPJK.
-
03. Tenaga Ahli & Peralatan
Apakah sudah memiliki tenaga ahli dan peralatan pendukung konstruksi
Kami dapat membantu proses SKK - Sertifikat Kompetensi Kerja Konstruksi dan pemenuhan Peralatan
Termasuk Ijin Operator (SIO) dan Ijin Alatnya (SIA)
-
04. Proses SBU
SBU Jasa Konstruksi ini dikeluarkan oleh LSBU atau Lembaga Sertifikat Badan Usaha yang di Akreditasi oleh LPJK PUPR
- BUJK Nasional
- BUJK PMA
- BUJK Asing