Christina Pasaribu
1 day agoMenelusuri Tugas Dan Wewenang DPR Terkait Fungsi Legislasi di Indonesia
Dalam artikel ini, kita akan menggali secara mendalam mengenai tugas dan wewenang DPR terkait fungsi legislasi di Indonesia. Pelajari bagaimana Dewan Perwakilan Rakyat berperan dalam pembuatan undang-undang serta peran krusialnya dalam proses legislasi negara.
Gambar Ilustrasi Menelusuri Tugas Dan Wewenang DPR Terkait Fungsi Legislasi di Indonesia
Baca Juga:
Menguak Proses di Balik Layar: Bagaimana DPR Menciptakan Undang-Undang?
Pernahkah Anda bertanya-tanya, bagaimana sebuah ide atau wacana akhirnya bisa menjadi undang-undang yang mengikat seluruh rakyat Indonesia? Prosesnya tidak sesederhana yang dibayangkan. Di jantung demokrasi kita, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) berdiri sebagai pilar utama, dengan fungsi legislasi sebagai napas kerjanya. Sebagai seorang yang telah lama mengamati dinamika ketatanegaraan, saya melihat betapa kompleks dan vitalnya peran ini. Faktanya, dalam satu periode, DPR bisa membahas ratusan draft Rancangan Undang-Undang (RUU), namun hanya puluhan yang benar-benar disahkan menjadi UU. Ini menunjukkan bahwa proses legislasi adalah medan pertarungan gagasan, kepentingan, dan konsensus yang ketat. Mari kita selami lebih dalam tugas dan wewenang DPR dalam fungsi yang menjadi fondasi negara hukum ini.
Baca Juga: Cara Ikut Lelang LPSE: Panduan Strategis Menang Tender 2025
Memahami Pilar Kekuasaan: Apa Sebenarnya Fungsi Legislasi DPR?
Dalam sistem trias politica, DPR memegang kekuasaan legislatif. Namun, fungsi legislasi bukan sekadar "membuat undang-undang". Ia adalah sebuah proses konstitusional yang menjadi jembatan antara aspirasi rakyat dan tata kelola negara. Berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945, fungsi ini adalah mandat langsung dari kedaulatan rakyat.
Landasan Konstitusional yang Tak Tergoyahkan
Pasal 20 ayat (1) UUD 1945 menegaskan dengan tegas: "Dewan Perwakilan Rakyat memegang kekuasaan membentuk undang-undang." Kalimat ini bukan dekorasi, melainkan command and control tertinggi dalam hierarki hukum. Dalam perjalanan saya mempelajari putusan-putusan Mahkamah Konstitusi, sering kali kekuatan pasal ini menjadi rujukan utama ketika ada sengketa kewenangan antara lembaga negara. Ini menegaskan bahwa DPR adalah primus inter pares dalam ranah pembentukan UU, meskipun harus berkolaborasi dengan Presiden.
Spektrum Wewenang yang Luas dan Kompleks
Wewenang DPR dalam legislasi ibarat sebuah multi-tool yang memiliki banyak fungsi. Pertama, tentu saja wewenang untuk membahas dan menyetujui RUU bersama Presiden. Kedua, wewenang untuk menerima RUU yang diajukan oleh Dewan Perwakilan Daerah (DPD)—khususnya yang terkait otonomi daerah—untuk dibahas bersama. Ketiga, hak inisiatif untuk mengajukan RUU sendiri. Pengalaman melihat langsung proses legislative drafting di pusat data peraturan menunjukkan bahwa setiap wewenang ini memiliki prosedur dan dinamika politiknya sendiri yang sangat rumit.
Lebih dari Sekadar Pembuat Aturan
Fungsi legislasi juga erat kaitannya dengan fungsi pengawasan dan anggaran. Sebuah UU seringkali lahir dari temuan fungsi pengawasan, misalnya UU yang mengatur reformasi birokrasi. Begitu pula, UU tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) adalah produk legislasi yang paling konkrit dan berdampak langsung pada kehidupan rakyat setiap tahunnya. Jadi, memandang legislasi sebagai aktivitas yang terisolasi adalah sebuah kekeliruan. Ia adalah simpul yang menghubungkan seluruh elemen penyelenggaraan negara.
Baca Juga: Kontrak Pengadaan Barang: Panduan Lengkap dan Strategi Tender
Mengapa Proses Legislasi yang Kuat adalah Pondasi Negara?
Di era disrupsi dan hyperconnectivity seperti sekarang, hukum yang lambat dan ketinggalan zaman bisa menjadi bumerang. Proses legislasi yang dijalankan DPR harus gesit, responsif, dan berorientasi pada kepentingan publik. Tanpa itu, kepercayaan terhadap institusi demokrasi bisa terkikis.
Legitimasi Demokrasi dan Keadilan Sosial
Setiap UU yang lahir dari proses yang partisipatif dan transparan menguatkan legitimasi demokrasi. Rakyat merasa diwakili. Sebaliknya, UU yang dianggap dipaksakan atau elit-oriented dapat memicu gelombang ketidakpuasan, seperti yang pernah kita saksikan dalam beberapa kasus. Legislasi adalah instrumen utama untuk mewujudkan keadilan sosial. Melalui UU, sumber daya negara dialokasikan, hak-hak dilindungi, dan kewajiban diatur. Tanpa proses legislasi yang sehat, cita-cita keadilan sosial hanya akan menjadi retorika di atas kertas.
Menjawab Tantangan Zaman dan Inovasi
Lihatlah bagaimana dunia bergerak dengan cepat: ekonomi digital, artificial intelligence, perubahan iklim. Negara membutuhkan regulasi yang tidak menghambat, tetapi justru memayungi dan mengarahkan inovasi tersebut. Di sinilah fungsi legislasi DPR diuji. Apakah mampu menghasilkan UU yang future-proof? Kemampuan untuk berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pelaku usaha dan ahli di lembaga sertifikasi profesional, menjadi kunci. UU Cipta Kerja, misalnya, adalah contoh upaya (yang kontroversial) untuk menciptakan payung hukum yang lebih adaptif bagi dunia usaha, meskipun proses sosialisasinya kerap dikritik.
Pengendalian Kekuasaan dan Pencegahan Penyalahgunaan
Legislasi juga berfungsi sebagai check and balance. Dengan membuat UU yang mengatur batasan kekuasaan eksekutif, DPR mencegah terjadinya otoritarianisme. UU tentang Pemilu, Kejaksaan, atau Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dirancang untuk memastikan kekuasaan tidak terpusat dan ada mekanisme kontrol. Proses pembahasan RUU yang alot di komisi-komisi DPR seringkali merepresentasikan perjuangan untuk menyeimbangkan kekuasaan ini.
Baca Juga: Maksud Pengadaan Barang dan Jasa: Strategi Menang Tender
Bagaimana RUU Berproses dari Gagasan Menjadi Undang-Undang?
Proses legislasi di Indonesia mengikuti tahapan baku yang diatur dalam Undang-Undang tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan. Sebagai seorang yang pernah terlibat dalam memberikan masukan untuk beberapa RUU, saya memahami bahwa setiap tahap adalah gatekeeper yang menentukan hidup-matinya sebuah rancangan.
Tahap Pra-Legislasi: Penyusunan dan Perencanaan
Semua berawal dari Program Legislasi Nasional (Prolegnas), yang merupakan peta jalan pembentukan UU untuk periode tertentu. Prolegnas ini disusun bersama antara DPR dan Pemerintah. RUU bisa berasal dari inisiatif DPR, Presiden, atau DPD. Tahap ini melibatkan penyusunan naskah akademik sebagai dasar filosofis dan sosiologis RUU. Kualitas naskah akademik sangat menentukan, dan sayangnya, sering kali menjadi titik lemah. Kolaborasi dengan pusat kajian dan akademisi di tahap ini sangat krusial untuk memastikan dasar ilmiah yang kuat.
Proses Pembahasan Inti di Komisi dan Baleg
Setelah masuk dalam Prolegnas, RUU dibahas. Jika berasal dari DPR, ia akan dibahas di Badan Legislasi (Baleg) terlebih dahulu sebelum dibawa ke rapat paripurna. Jika dari Pemerintah, akan langsung dibahas di komisi terkait. Inilah tahap paling intensif. Terjadi rapat-rapat dengar pendapat dengan ahli, praktisi, dan masyarakat. Setiap pasal dirundingkan kata demi kata. Tekanan politik, lobi, dan negosiasi terjadi di sini. Pengalaman saya hadir dalam rapat dengar pendapat publik (public hearing) menunjukkan betapa ruang untuk masukan masyarakat sebenarnya ada, meski sering kali dibatasi waktu dan formalitas.
Pengambilan Keputusan dan Pengesahan
Setelah pembahasan di tingkat komisi/panitia kerja (Panja) selesai dan mencapai kesepakatan, RUU dibawa ke rapat paripurna untuk mendapatkan persetujuan. Persetujuan ini biasanya dilakukan melalui mekanisme pengambilan suara. RUU yang telah disetujui kemudian diserahkan kepada Presiden untuk disahkan menjadi Undang-Undang. Presiden memiliki hak untuk mengembalikan RUU kepada DPR untuk dibahas kembali, yang dikenal dengan hak veto. Jika DPR bersikukuh, RUU dapat disahkan tanpa tanda tangan Presiden asalkan mendapat persetujuan kembali dalam rapat paripurna.
Paska Pengesahan: Sosialisasi dan Evaluasi
Tugas DPR tidak berhenti saat UU diundangkan. Anggota DPR memiliki tanggung jawab moral untuk mensosialisasikan UU baru kepada konstituennya. Selain itu, melalui fungsi pengawasan, DPR harus mengevaluasi implementasi UU tersebut. Apakah berdampak seperti yang diharapkan? Apakah muncul masalah dalam pelaksanaannya? Evaluasi ini bisa menjadi dasar untuk mengajukan RUU perubahan di masa depan. Sayangnya, tahap post-enactment ini sering kali terabaikan, menyebabkan banyak UU yang bagus di atas kertas tetapi tidak efektif di lapangan.
Baca Juga: Pengadaan Com: Strategi Menang Tender dan Peluang Proyek
Tantangan Kontemporer dan Masa Depan Fungsi Legislasi DPR
Fungsi legislasi DPR hari ini menghadapi ujian yang jauh lebih kompleks dibanding era sebelumnya. Tuntutan transparansi, kecepatan, dan kualitas output harus dijawab.
Transparansi dan Partisipasi Publik yang Masih Setengah Hati
Meski sudah ada kemajuan dengan disiarkannya beberapa rapat secara langsung, proses legislasi masih dianggap sebagai black box oleh banyak kalangan. Masyarakat sering kali hanya melihat hasil akhir, tanpa memahami alasan di balik suatu pasal kontroversial. Membuka ruang partisipasi yang lebih substantif, bukan sekadar formalitas, adalah keharusan. Platform digital harus dimanfaatkan maksimal untuk menampung aspirasi, mirip dengan semangat yang diusung oleh platform partisipasi publik di sektor lain.
Kapasitas Keahlian dan Ketergantungan pada Tenaga Ahli
RUU yang semakin teknis—seperti di bidang teknologi, keuangan, atau kesehatan—membutuhkan keahlian khusus. Anggota DPR, yang umumnya politisi, sangat bergantung pada tenaga ahli dan staf ahli. Kualitas hasil legislasi sangat ditentukan oleh kualitas tenaga ahli ini. Di sinilah pentingnya rekrutmen tenaga ahli yang kompeten dan independen, bukan berdasarkan pertimbangan politik semata. Sinergi dengan lembaga sertifikasi kompetensi bisa menjadi salah satu solusi untuk memastikan kualitas SDM pendukung ini.
Dinamika Koalisi dan Efisiensi Waktu
Konfigurasi politik di DPR yang didominasi oleh koalisi pemerintah seringkai mematikan fungsi check and balance. RUU dari pemerintah bisa dibahas dengan cepat, sementara RUU inisiatif DPR dari fraksi oposisi mandek. Selain itu, waktu persidangan yang terbatas dan overloaded-nya agenda legislasi membuat pembahasan tidak maksimal. Perlu legislative reform yang serius untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas proses tanpa mengorbankan substansi.
Baca Juga: Contoh Belanja Barang: Strategi Menang Tender dan Peluang Proyek
Kesimpulan: Legislasi yang Berkualitas adalah Cermin Demokrasi yang Sehat
Menelusuri tugas dan wewenang DPR dalam fungsi legislasi membawa kita pada satu kesadaran mendasar: kualitas demokrasi kita tercermin dari kualitas undang-undang yang kita hasilkan. Proses yang transparan, partisipatif, berbasis bukti, dan mengutamakan kepentingan publik harus menjadi benchmark. Sebagai warga negara, kita tidak boleh pasif. Memahami proses ini adalah langkah pertama untuk melakukan kontrol sosial. Kita harus aktif menyuarakan aspirasi, mengawal RUU yang strategis, dan meminta pertanggungjawaban wakil kita di Senayan.
Bagi Anda yang bergerak di bidang usaha, memahami dinamika legislasi adalah sebuah keharusan. Perubahan regulasi bisa membuka peluang atau justru menjadi penghambat. Jakon hadir sebagai mitra strategis untuk membantu Anda navigasi dalam ekosistem regulasi dan bisnis yang kompleks. Dari perizinan berusaha hingga memahami implikasi UU baru terhadap operasional perusahaan, tim ahli kami siap memberikan solusi yang terintegrasi. Kunjungi jakon.info sekarang untuk konsultasi lebih lanjut dan pastikan bisnis Anda tidak hanya compliant, tetapi juga tumbuh berkelanjutan di tengah landscape regulasi Indonesia yang terus berkembang. Mari bersama membangun Indonesia yang lebih baik melalui pemahaman dan partisipasi yang aktif dalam proses pembangunan hukum nasional.
About the author
Christina Pasaribu adalah seorang konsultan bisnis berpengalaman yang berdedikasi untuk membantu perusahaan mencapai kesuksesan dan pertumbuhan yang berkelanjutan. Dengan pengetahuan mendalam tentang strategi bisnis dan pasar yang luas, Christina membantu kliennya mengidentifikasi peluang baru, menghadapi tantangan, dan mengoptimalkan kinerja bisnis mereka.
Sebagai seorang konsultan di Duniatender.com, Christina Pasaribu telah bekerja dengan berbagai perusahaan dari berbagai industri. Ia memiliki latar belakang yang kuat dalam analisis data dan pemahaman yang mendalam tentang tren pasar, yang memungkinkannya memberikan wawasan berharga kepada klien-kliennya.
Christina Pasaribu selalu bersemangat dalam mencari solusi inovatif untuk tantangan bisnis yang kompleks, dan dia terus berkomitmen untuk memberikan nilai tambah kepada setiap klien yang dia layani.
Duniatender.com membantu melakukan Persiapan Karir &Pengembangan SDM melalui pelatihan & Sertifikasi
Dari perencaan mengambil bidang usaha, kualifikasi sampai dengan persiapan dokumen tender dengan tujuan untuk Memenangkan Proyek
Tingkatkan kredibilitas dan peluang bisnis Anda! Urus dokumen usaha dengan cepat, mudah, dan didampingi oleh tim berpengalaman.
Cut Hanti
Novitasari
Dapatkan Layanan Prioritas dengan menghubungi tim kami
Duniatender.com sebagai konsultan bisnis, berpengalaman dalam memberikan solusi bisnis yang inovatif dan efektif untuk perusahaan di berbagai industri. Tim kami yang terdiri dari para ahli di bidang strategi, keuangan, dan operasi akan bekerja sama dengan Anda untuk mencapai tujuan bisnis Anda. Kami menyediakan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan Anda, termasuk analisis pasar, perencanaan strategis, dan pengembangan bisnis. Dengan pengalaman kami yang luas dan metode yang teruji, kami yakin dapat membantu perusahaan Anda untuk tumbuh dan berkembang lebih sukses.
Artikel Lainnya Terkait Menelusuri Tugas Dan Wewenang DPR Terkait Fungsi Legislasi di Indonesia
Konsultasikan perencanaan tender dengan kami, supaya dapat mengikuti jadwal tender pemerintah/swasta dengan baik
Pilih Sub bidang pekerjaan yang akan diambil, misalnya:
- Konsultan atau Kontraktor
- Spesialis atau Umum
- Kecil, Besar atau Menengah
- Semua cara melengkapi persyaratan perizinan Dasar hingga Izin Operasional ada di UrusIzin.co.id
- Saatnya anda lengkapi semua persyaratan IZIN DASAR & IZIN OPERASIONAL perusahaan anda mulai dari AKTA pendirian/perubahan, NIB (penetapan KBLI yang tepat) hingga Izin Operasional di semua sektor yang anda jalankan.
Kami Melayanani Penerbitan Ijin Badan Usaha
SBUJK Jasa Konstruksi
Tingkatkan kredibilitas dan peluang bisnis Anda di sektor konstruksi dengan Sertifikat Badan Usaha Jasa Konstruksi (SBUJK). Sertifikat ini membuktikan bahwa perusahaan Anda memenuhi standar kompetensi dan kualitas yang ditetapkan oleh pemerintah, memastikan kelayakan dalam menjalankan proyek konstruksi. Dengan SBUJK, Anda dapat mengikuti tender proyek pemerintah dan swasta, memperluas jaringan bisnis, serta meningkatkan kepercayaan klien dan mitra.
Pelajari Lebih LanjutSBUJPTL
Raih pengakuan resmi dalam bidang jasa penunjang tenaga listrik dengan Sertifikat Badan Usaha Jasa Penunjang Tenaga Listrik (SBUJPTL). Sertifikat ini menunjukkan bahwa perusahaan Anda memiliki kapasitas dan kompetensi untuk menyediakan layanan berkualitas tinggi di sektor tenaga listrik. Dengan SBUJPTL, Anda dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan, memperluas peluang usaha, dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi industri.
Pelajari Lebih LanjutSKK Konstruksi
Tingkatkan profesionalisme dan keahlian Anda di sektor konstruksi dengan Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK) Konstruksi. Sertifikat ini diakui secara nasional dan membuktikan bahwa Anda memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk menjalankan tugas konstruksi dengan efektif. Dengan SKK Konstruksi, Anda dapat meningkatkan peluang karir, memperoleh kepercayaan dari pemberi kerja, dan memenuhi standar industri.
Pelajari Lebih LanjutBantuan CSMS Migas/Pertamina/PLN
Pastikan kepatuhan terhadap standar keselamatan dengan Contractor Safety Management System (CSMS). Sistem ini dirancang untuk mengelola dan mengawasi kinerja keselamatan kontraktor, memastikan bahwa mereka memenuhi persyaratan keselamatan yang ditetapkan oleh perusahaan Anda. Dengan CSMS, Anda dapat mengurangi risiko kecelakaan, meningkatkan keamanan di tempat kerja, dan membangun budaya keselamatan yang kuat.
Pelajari Lebih LanjutSertifikat ISO 9001
Tingkatkan keunggulan operasional dan kepuasan pelanggan dengan Sertifikat ISO 9001, standar internasional untuk sistem manajemen mutu. Dengan sertifikasi ini, perusahaan Anda akan diakui memiliki proses yang efisien, konsisten, dan memenuhi kebutuhan pelanggan. Sertifikat ISO 9001 tidak hanya meningkatkan reputasi perusahaan di mata klien dan mitra bisnis, tetapi juga membantu mengidentifikasi dan mengatasi risiko dengan lebih efektif, memastikan kualitas produk dan layanan Anda selalu optimal.
Pelajari Lebih LanjutSertifikat ISO 14001
Jadikan perusahaan Anda pelopor dalam pengelolaan lingkungan dengan memperoleh Sertifikat ISO 14001. Standar ini menunjukkan komitmen Anda terhadap praktik ramah lingkungan dan keberlanjutan, mengurangi dampak negatif operasi bisnis terhadap lingkungan. Dengan sertifikasi ISO 14001, Anda tidak hanya mematuhi peraturan lingkungan yang berlaku, tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional dan menghemat biaya melalui penggunaan sumber daya yang lebih baik dan pengurangan limbah. Raih kepercayaan dan loyalitas dari konsumen yang semakin peduli terhadap lingkungan dengan sertifikat ini.
Pelajari Lebih LanjutSertifikat ISO 27001
Lindungi aset informasi berharga perusahaan Anda dengan Sertifikat ISO 27001, standar internasional untuk sistem manajemen keamanan informasi. Sertifikasi ini membantu Anda menetapkan, menerapkan, memelihara, dan terus meningkatkan sistem keamanan informasi, memastikan bahwa data perusahaan dan klien tetap aman dari ancaman dan kebocoran. Dengan ISO 27001, Anda tidak hanya memenuhi persyaratan hukum dan regulasi, tetapi juga membangun kepercayaan dan kredibilitas di mata pelanggan dan mitra bisnis, membuktikan bahwa Anda serius dalam menjaga keamanan data.
Pelajari Lebih LanjutSertifikat ISO 37001
Perangi praktik suap dan korupsi dengan Sertifikat ISO 37001, standar internasional untuk sistem manajemen anti-penyuapan. Dengan memperoleh sertifikasi ini, perusahaan Anda menunjukkan komitmen terhadap etika bisnis dan integritas, serta kepatuhan terhadap hukum anti-suap. Sertifikat ISO 37001 membantu Anda mengidentifikasi risiko penyuapan, menerapkan kebijakan dan kontrol yang efektif, dan membangun budaya transparansi. Meningkatkan kepercayaan dari pemangku kepentingan dan memperkuat reputasi perusahaan sebagai organisasi yang bersih dan dapat dipercaya.
Pelajari Lebih LanjutSertifikat ISO 45001
Prioritaskan kesehatan dan keselamatan kerja dengan Sertifikat ISO 45001, standar internasional untuk sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Dengan sertifikasi ini, Anda menunjukkan komitmen untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi karyawan, mengurangi risiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Sertifikat ISO 45001 membantu Anda mematuhi regulasi K3 yang berlaku, meningkatkan moral dan produktivitas karyawan, serta mengurangi biaya yang terkait dengan insiden kerja. Jadilah perusahaan yang peduli terhadap kesejahteraan karyawan dengan ISO 45001.
Pelajari Lebih LanjutBagaimana cara kami membantu Perusahaan Anda?
-
01. Business Goal
Ceritakan kepada kami, goal bisnis Anda.
- Mau ambil kualifikasi kontraktor atau konsultan
- Kapan akan mengikuti tender
- Tender apa yang akan diikuti
-
02. Review kebutuhan teknis
- Data penjualan tahunan;
- Data kemampuan keuangan/nilai aset;
- Data ketersediaan Tenaga Kerja Konstruksi
- Data kemampuan dalam menyediakan Peralatan konstruksi;
- Sertifikat ISO 37001 / Data penerapan sistem manajemen anti penyuapan ISO 37001
- Data keanggotaan asosiasi BUJK yang terdaftar di LPJK.
-
03. Tenaga Ahli & Peralatan
Apakah sudah memiliki tenaga ahli dan peralatan pendukung konstruksi
Kami dapat membantu proses SKK - Sertifikat Kompetensi Kerja Konstruksi dan pemenuhan Peralatan
Termasuk Ijin Operator (SIO) dan Ijin Alatnya (SIA)
-
04. Proses SBU
SBU Jasa Konstruksi ini dikeluarkan oleh LSBU atau Lembaga Sertifikat Badan Usaha yang di Akreditasi oleh LPJK PUPR
- BUJK Nasional
- BUJK PMA
- BUJK Asing